Alkuna adalah
suatu golongan hidrokarbon alifatik yang mempunyai gugus fungsi berupa ikatan
ganda tiga karbon-karbon (-C≡C-). Seperti halnya ikatan rangkap dalam alkena,
ikatan ganda tiga dalam alkuna juga disebut ikatan tidak jenuh. Ketidakjenuhan
ikatan ganda tiga karbon-karbon lebih besar daripada ikatan rangkap. Oleh
karena itu kemampuannya bereaksi dengan pereaksi-peraksi yang dapat bereaksi
dengan alkena juga lebih besar.
Adanya ikatan rangkap tiga yang dimiliki alkuna memungkinkan terjadinya reaksi adisi.
REAKSI ADISI ALKUNA OLEH HIDROGEN HALIDA
Berdasarkan
kemiripan sifat elektroniknya, alkuna dan alkena memiliki sifat yang mirip
pula, sehingga reaktivitas kedua gugus fungsi tersebut juga mirip. Meskipun
demikian, terdapat juga perbedaan yang signifikan.
Secara
umum, elektrofil akan lebih banyak bereaksi dengan alkuna dibandingkan dengan
alkena. Contohnya reaksi adisi HX pada alkuna. Pada kondisi di mana HX
berlebih, reaksi alkuna dengan HX akan memberikan hasil akhir berupa dihalida.
Jadi, satu mol alkuna membutuhkan dua mol HX. Contohnya, reaksi antara
1-heksuna dengan HBr akan menghasilkan 2,2- dibromoheksana.
Regiokimia
reaksi adisi ini mengikuti aturan Markovnikov: Halogen akan berikatan dengan
karbon yang lebih tersubstitusi, sedangkan hidrogen pada karbon yang kurang tersubstitusi.
Stereokimia trans biasanya (meski tidak selalu) ditemukan dalam produk
reaksi ini.
Permasalahan:
Pasa
artikel diatas disebutkan bahwa untuk mengadisi alkuna menggunakan hidrogen
halida (HX) dibutuhkan HX dalam kondisi berlebih. Yang saya ingin pertanyakan
mengapa dalam kondisi yang berlebih dan apakah bisa jika digunakan HX dalam
kondisi cukup? Bagaimana jg mekanismenya?
saya akan mencoba menjawab, melalui artikel yg sya dapat:
BalasHapusMekanisme reaksi adisi elektrofilik alkuna mirip tetapi tidak sama dengan adisi pada alkena.asam berlebih dikarenakan alkuna membutuhkan pereaksi dua kali jumlah pereaksi pada alkana untuk jumlah ikatan rangkap yang sama, Ketika elektrofil seperti HBr mengadisi alkena, reaksinya berjalan dalam dua tahap dan melibatkan pembentukan intermediet karbokation alkil. Jika reaksi
adisi HBr pada alkuna sama dengan reaksi dengan alkena, maka akan terbentuk intermediet karbokation vinilik. Karbokation vinilik memiliki hibridisasi sp dan pada kenyataannya tidak ditemukan. Dengan demikian, mekanisme reaksi adisi HX pada alkuna terjadi dengan jalur yang sangat kompleks.Jika ikatan rangkap tiga berada pada ujung senyawa alkuna (terminal alkyne), maka H+ akan terikat pada atom karbon sp yang telah berikatan dengan hidrogen, menghasilkan kation vynil sekunder (sesuai dengan aturan Markovnikov).
asaalamualikum....
BalasHapussaya akan mencoba menjawab pertanyaan saudari astri. berdasarkan literatur yang saya peroleh Jika jumlah HX mencukupi, maka reaksi adisi kedua dapat terjadi, dengan mengikutiaturan Markovnikov. Hasil dari adisi kedua ini adalah suatu geminaldihalide, yaitu molekul dihalida dengan dua halogen terikat pada atom karbon yang sama.
Jika adisi HX terjadi pada sebuah internal alkyne, maka akanter bentuk dua macam geminaldihalides, adisiproton yang pertama dapat terjadi padaC-2 atauC-3 (karbonsp) dengan tingkat kemudahan yang sama.
Jika senyawa alkuna internal berupa senyawa yang ‘simetris’, maka produk yang diperoleh hanya sejenis geminaldihalide.
satu mol alkuna membutuhkan dua mol HX. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kuatnya ikatan pi yang terdapat pada alkuna (kira-kira 50 kJ/mol lebih besar dari yang dibutuhkan untuk memutus ikatan pi dalam alkena) sehingga untuk memutuskan ikatan pi dibutuhkan konsentrasi yang lebih besar dari pada reaksi HX dengan alkena. Contohnya, reaksi antara 1-heksuna dengan HBr akan menghasilkan 2,2- dibromoheksana. Regiokimia reaksi adisi ini mengikuti aturan Markovnikov: Halogen akan berikatan dengan karbon yang lebih tersubstitusi, sedangkan hidrogen pada karbon yang kurang tersubstitusi. Stereokimia trans biasanya (meski tidak selalu) ditemukan dalam produk reaksi ini.
BalasHapusMekanisme reaksi adisi elektrofilik alkuna mirip tetapi tidak sama dengan adisi pada alkena. Ketika elektrofil seperti HBr mengadisi alkena, reaksinya berjalan dalam dua tahap dan melibatkan pembentukan intermediet karbokation alkil. Jika reaksi adisi HBr pada alkuna sama dengan reaksinya dengan alkena, maka akan terbentuk intermediet karbokation vinilik. Karbokation vinilik memiliki hibridisasi sp dan pada kenyataannya tidak ditemukan. Dengan demikian, mekanisme reaksi adisi HX pada alkuna terjadi dengan jalur yang sangat kompleks.
Misal untuk reaksi antara HCl dengan senyawa alkuna:
BalasHapus•Ikatan π yang relative lebih lemah akan terpecah karena electron pada ikatan π tersebut ditarik oleh proton pada senyawa elektrofil.
CH3≡CCH3 + H-Cl --> CH3C+=CHCH3 + Cl-
•Intermediate yang berupa karbokation yang bermuatan positif akan cepat bereaksi dengan ion klorida yang bermuatan negative.
CH3C+=CHCH3 + Cl- --> CH3C=CHCH3
Cl
Jika jumlah HX mencukupi, maka reaksi adisi kedua dapat terjadi, dengan mengikuti aturan Markovnikov.
Hasil dari adisi kedua ini adalah suatu germinal dihalide, yaitu molekul dihalida dengan dua halogen terikat pada atom karbon yang sama.
Br Br
HBr
CH3CH2C=CH2 --> CH3CH2CCH3
Br
assalamualaikum.,
BalasHapusuntuk mengadisi alkuna menggunakan hidrogen halida (HX) dibutuhkan HX dalam kondisi berlebih.
tidak harus dalam kondisi berlebih , jika hidrogen halida itu sudah mencukupi maka adisi alkuna bisa berlangsung,.
mekanisme nya sebagai berikut:
dengan mengikutiaturan Markovnikov. Hasil dari adisi kedua ini adalah suatu geminaldihalide, yaitu molekul dihalida dengan dua halogen terikat pada atom karbon yang sama.
Mekanisme reaksi adisi elektrofilik alkuna mirip tetapi tidak sama dengan adisi pada alkena. Ketika elektrofil seperti HBr mengadisi alkena, reaksinya berjalan dalam dua tahap dan melibatkan pembentukan intermediet karbokation alkil. Jika reaksi adisi HBr pada alkuna sama dengan reaksinya dengan alkena, maka akan terbentuk intermediet karbokation vinilik. Karbokation vinilik memiliki hibridisasi sp dan pada kenyataannya tidak ditemukan.