NAMA : ASTRI WIDYARINI
NIM : A1C112001
1.
A. Jelaskan bagaimana asam benzoat
di sintesis dari suatu senyawa aromatik!
B. jelaskan bagaimana mensintesis
asam salisilat dari asam benzoat tersebut di atas!
Jawab :
a. Senyawa
aromatik seperti benzena tidak mudah mengalami reaksi dikarenakan adanya
resonansi atau delokalisasi elektron yang berjalan terus-menerus. Namun, gugus
alkil dari alkilbenzena dapat dengan mudah mengalami reaksi. Hal ini
dikarenakan gugus alkil yang terikat pada sebuah cincin benzena (karbon
benzilik) terstabilkan secara resonansi oleh cincin benzena, akibatnya posisi
benzil tersebut menjadi letak serangan dalam banyak reaksi. Karena posisi
benzilik yang reaktif ini, alkilbenzena dengan atom H benzilik menghasilkan
produk oksidasi yang sama, yaitu asam benzoat.
Salah satu yang
termasuk dalam alkilbenzena adalah toluene. Toluene dapat mengalami reaksi
oksidasi dengan menggunakan katalis kalium permanganat (KMnO4) dan
dalam kondisi asam, asam yang digunakan yaitu asam sulfat (H2SO4)
C6H5CH3 + 2KMnO4 → C6H5COOK
+ 2MnO2 + H2O + KOH
Apabila tidak direaksikan dalam kondisi asam maka
menghasilkan produk basa, untuk itu reaksi yang berlangsung :
5C6H5CH3
+ 6KMnO4 + 9H2SO4 → 5C6H5COOH + 6MnSO4 + 3K2SO4+
14H2O
Asam benzoat yang dihasilkan pada reaksi ini
berupa padatan Kristal, sehingga untuk melarutkannya perlu ditambahkan air.
b. Asam
salisilat dapat disintesis melalui reaksi Kolbe, namun pada reaksi ini senyawa
asalnya adalah fenol, sehingga apabila ingin mensistesis asam salisilat dari
asam benzoate, terlebih dahulu asam benzoat dijadikan fenol dengan cara
mengoksidasi asam benzoate.
Fenol yang terbentuk
direaksikan dengan NaOH dan CO2
2. Jelaskan mengapa fenol dapat di
gunakan sebagai antiseptik! mengapa alkohol tidak memiliki kemampuan demikian?
Jawab :
Antiseptik
merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk
menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme pada jaringan
yang hidup, seperti pada permukaan kulit
dan membran mukosa. Antiseptik digunakan untuk mencegah dan mengobati
infeksi pada luka, untuk mengobati luka memar, luka iris, luka lecet dan
luka bakar ringan. Karena pada kulit yang luka dan lembab merupakan
tempat yang disukai mikroorganisme untuk tumbuh
.
Sebagai
antiseptik, fenol bekerja dengan cara mendenaturasi dan mengkoagulasi protein
sel bakteri. Turunan fenol berinteraksi dengan sel bakteri melalui proses
adsorbsi yang melibatkan ikatan hidrogen. Pada kadar
rendah terbentuk kompleks protein fenol dengan ikatan yang lemah dan segera
mengalami peruraian, diikuti penetrasi fenol ke dalam sel menyebabkan
presipitasi serta denaturasi protein. Pada kadar tinggi fenol menyebabkan
koagulasi protein dan sel membran mengalami lisis.
Selain itu,
senyawa turunan fenol dapat mengubah permeabelitas membran sel bakteri sehingga
mengakibatkan adanya kebocoran sel, sel yang mengalami kebocoran akan dimasuki
senyawa turunan fenol yang mengikat ion logam dimana ion-ion logam ini
berfungsi menganggu fungsi enzim bakteri sehingga sel mengalami kematian.
Sedangkan
alkohol dapat juga digunakan membunuh bakteri, bahkan lebih mampu membunuh
bakteri. Namun karena antisepktik digunakan untuk mengobati infeksi pada luka
luar terutama di kulit, menyebabkan alcohol tidak mampu menjalankan
kemampuannya. Hal ini dikarenakan penggunaan alcohol pada kulit yang terbuka
menimbulkan rasa terbakar, factor lainnya adalah bahwa alkohol yang
diperbolehkan untuk dunia medis memiliki kadar tersendiri hal ini dikarenakan
beberapa senyawa alkohol seperti methanol pada kadar yang rendah pun dapat
menyebabkan gangguan saraf dan penglihatan.
3.
A. Suatu eter dapat bereaksi
dengan air dimana bila di uji dengan larutan fehling A dan fehling B memberikan
hasil positif.
B. Hasil dari tersebut di atas bila dioksidasi lebih lanjut akan
menghasilkan senyawa X , tentukan cara mengidentifikasinya!
Jawab :
Uji Fehling dilakukan untuk
mengidentifikasi gula pereduksi. Gula
pereduksi merupakan golongan karbohidrat yang
dapat mereduksi senyawa-senyawa penerima elektron, contohnya adalah glukosa dan
fruktosa. Ujung dari suatu gula pereduksi mengandung gugus aldehida atau keton
bebas. Monosakarida seperti glukosa, fruktosa, galaktosa dan disakarida seperti
laktosa dan maltosa tergolong gula pereduksi.
Uji Fehling bertujuan
untuk mengetahui adanya gugus aldehid. Larutan Fehling terdiri dari larutan Fehling A (CuSO4) dan Fehling B
(NaOH dan KNa tartarat).
a. Hasil positif
terhadap pereaksi fehling menghasilkan endapan berwarna merah bata. Eter
apabila bereaksi dengan air dan diuji dengan larutan fehling memberikan hasil
positif. Hal ini mengidentifikasikan bahwa eter bereaksi dengan air membentuk
ikatan hidrogen sehingga menghasilkan senyawa yang memiliki gugus aldehid
(R-COH).
b. Aldehid apabila
dioksidasi lebih lanjut menghasilkan senyawa X, senyawa X ini adalah asam
karboksilat. Untuk mengidentifikasi apakah senyawa X ini asam kaboksilat dapat
ditambahkan alcohol dengan katalis asam, maka akan terbentuk senyawa ester.
Senyawa ester ini cukup mudah diamati karena senyawa ester memiliki aroma yang
khas seperti aroma buah. Selain itu karena hasil reaksi berupa ester dan air
yang menimbulkan dua lapisan dimana lapisan atas adalah ester dan lapisan bawah
adalah air, hal ini dikarenakan perbedaan sifat dari ester yang bersifat non
polar dan air yang bersifat polar sehingga keduanya tidak dapat menyatu.
R-COOH
+ R-OH → R-COOR + H-O-H
4. Mengapa suatu eter bisa lebih
reaktif dari pada alkohol, padahal secara umum alkohol lebih reaktif dari
pada
eter apabila di reaksikan dengan logam? (seperti Na)
jelaskan dasar-dasar ilmiah yang memungkinkan suatu eter lebih reaktif dari
pada alkohol!
Jawaban :
Eter dan alkohol
adalah senyawa hidrokarbon yang sama-sama memiliki gugus fungsi, dimana gugus
fungsi
dari eter adalah oksigen yang terikat diantara rantai arbon (-O-) dan
alkohol dengan gugus hidroksilnya
(-OH). Alkohol dan eter tergolong senyawa yang
polar karena keduanya memiliki atom oksigen yang memiliki keelektronegatifan
cukup tinggi.
Apabila
direaksikan dengan logam natrium, maka alkohol yang dapat bereaksi. Logam
natrium mudah
teroksidasi menjadi ion Na+ , ion ini akan
mensubstitusi ion hidrogen pada gugus hidroksil alkohol.
R-OH + Na → R-O-Na + H2
Eter dapat dimungkinkan menjadi
lebih reaktif dari alkohol. Eter dapat mengalami membentuk peroksida. Eter primer dan sekunder dengan gugus CH di sebelah oksigen eter, dapat
membentuk peroksida,
misalnya dietil eter peroksida.
Reaksi ini memerlukan oksigen ataupun udara, dan dipercepat oleh cahaya, katalis logam, dan aldehida.
Peroksida yang dihasilkan dapat meledak.
Dietil eter : CH3-CH2-O-CH2-CH3
Berikut gugus
efoksida :
5. Bila fenol dikatakan lebih asam
dari pada alkohol temukan contoh suatu alkohol jauh lebih asam dari pada fenol!
Jelaskan mengapa demikian!
Fenol adalah senyawa hidrokarbon
yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada cincin benzena.
Jawaban :
Fenol memiliki
sifat asam yang lebih kuat dibandingkan alcohol. Fenol memiliki nilai pKa = 10
sedangkan alcohol memiliki nilai pKa ~15. Jika ditinjau dari nilai pH yaitu
ukuran kecenderungan terurainya ion hidrogen dalam system, maka senyawa dengan
nilai pKa besar akan memiliki harga pH kecil. Dan dapat diketahui walaupun
fenol dan alcohol dikatakan asam, keduanya tergolong ke dalam asam lemah,
karena keduanya memiliki nilai pKa.
Karena
disebabkan delokalisasi electron pada ion fenoksida menyebabkan ion H+
yang telah dilepaskan sulit kembali sedangkan pada alkohol, karena elektron tak
mengalami delokalisasi membuat ion H+ yang telah dilepaskan dapat
dengan mudah kembali lagi.
6. Etanol berfungsi digunakan sebagai
bahan bakar, bagaimana halnya dengan turunan alkohol yang lain yang
memungkinkan di gunakan sebagai bahan bakar?
apa syarat-syaratnya? Dan berikan contoh!
Jawaban :
Etanol dapat
digunakan sebagai bahan bakar disebabkan etanol dapat dioksidasi menghasilkan
gas CO2 dan uap air serta membebaskan energi. Turunan alcohol lain
yang dapat memungkinkan untuk digunakan
sebagai bahan bakar yaitu metanol, proponol dan butanol. Ketiga senyawa ini
memiliki sifat yang hampir sama dengan etanol. Ketiga senyawa ini dapat dibuat
baik secara kimiawi maupun biologi. Keuntungan yang
dimiliki oleh jenis alkohol ini yaitu
angka oktan yang tinggi. Angka oktan yang tinggi dapat
membuat efisiensi bahan bakar meningkat.
Namun, methanol
dan etanol membawa sifat korosif karena mengandung ion-ion yang tidak dapat
larut seperti ion halida. Sedangkan propanol dan butanol lebih aman karena
lebih mudah menguap atau dikatakan memiliki volatilitas bahan bakar atau
kecendrungan cairan bahan bakar untuk menguap.
Pada motor bensin, campuran bahan bakar dan udara
yang masuk dalam silinder sebelum dan sesudah selama proses pembakaran
diusahakan sudah dalam keadaan campuran uap bahan bakar dan udara, sehingga
memudahkan proses pembakaran. Oleh karena itu kemampuan menguapkan bahan bakar
untuk motor bensin sangat penting.
Syarat-syarat
senyawa turunan alcohol dapat digunakan sebagai bahan bakar, yaitu :
1.
Dapat
dioksidasi menghasilkan energy yang cukup untuk menjalankan mesin kendaraan
2.
Tidak
bersifat higrokopis jadi tidak mudah menyerap uap air diudara yang menyebabkan
bahan bakar sulit dibakar
3.
Tidak
membawa ion yang tidak dapat larut yang dapat menyebabkan korosi
4.
Pada suhu
ruangan tidak mudah terbakar sehingga senyawa turunan alcohol ini sebaiknya
dipilih yang memiliki titik nyala diatas 30o
5.
Kemudian
memiliki angka oktan yang cukup tinggi sehingga pembakaran yang terjadi
menghasilkan energy yang banyak dan pengendapan karbon lebih sedikit
6.
Dan
sebaiknya mudah diperoleh baik melalui proses kimia, dari minyak bumi maupun
perolehan secara biologi dari bahan-bahan alam yang melibatkan organism yang
dapat diproduksi secara massal