NAMA : ASTRI WIDYARINI
NIM : A1C112001
UAS KIMIA ORGANIK
PENDIDIKAN KIMIA REGULER 2012
1.
A. Jelaskan bagaimana asam benzoat
di sintesis dari suatu senyawa aromatik!
B. jelaskan bagaimana mensintesis
asam salisilat dari asam benzoat tersebut di atas!
Jawab :
a.
Senyawa
aromatik seperti benzena tidak mudah mengalami reaksi dikarenakan adanya
resonansi atau delokalisasi elektron yang berjalan terus-menerus. Namun, gugus
alkil dari alkilbenzena dapat dengan mudah mengalami reaksi. Hal ini
dikarenakan gugus alkil yang terikat pada sebuah cincin benzena (karbon
benzilik) terstabilkan secara resonansi oleh cincin benzena, akibatnya posisi benzil
tersebut menjadi letak serangan dalam banyak reaksi. Karena posisi benzilik
yang reaktif ini, alkilbenzena dengan atom H benzilik menghasilkan produk
oksidasi yang sama, yaitu asam benzoat.
Salah satu yang
termasuk dalam alkilbenzena adalah toluene. Toluene dapat mengalami reaksi
oksidasi dengan menggunakan katalis kalium permanganat (KMnO4) dan
dalam kondisi asam, asam yang digunakan yaitu asam sulfat (H2SO4)
C6H5CH3 + 2KMnO4 → C6H5COOK
+ 2MnO2 + H2O + KOH
Apabila tidak direaksikan dalam kondisi asam maka
menghasilkan produk basa, untuk itu reaksi yang berlangsung :
5C6H5CH3
+ 6KMnO4 + 9H2SO4 → 5C6H5COOH + 6MnSO4 + 3K2SO4+
14H2O
Asam benzoat yang dihasilkan pada reaksi ini
berupa padatan Kristal, sehingga untuk melarutkannya perlu ditambahkan air.
b.
Asam
salisilat dapat disintesis melalui reaksi Kolbe, namun pada reaksi ini senyawa
asalnya adalah fenol, sehingga apabila ingin mensistesis asam salisilat dari
asam benzoate, terlebih dahulu asam benzoat dijadikan fenol dengan cara
mengoksidasi asam benzoate.
Fenol yang
terbentuk direaksikan dengan NaOH dan CO2
Fenol melepas ion H+ pada gugus hidroksil sehingga atom oksigen bermuatan negative dan kemudian mengikat ion Na+ dari NaOH, karena mengalami resonansi maka pada cincin benzene yang berdekatan dengan atom Oksigen menjadi bermuatan negative dan mengikat atom C pada CO2, karena mendapat menambahakn electron maka pada senyawa CO2 turut terjadi resonansi untuk menstabilkan electron di atom C. setelah mengikat ion Na+ akan terlepas dan menjadikan atom O mengikat hidrogen setelah beresonansi kembali begitupun pada atom C benzene yang mengikt CO2 dan terbentuklah ion salisilat. Ion salisilat ditambhakan asam sulfat H2SO4 untuk memberikan ion H+ pada atom C bermuatan negative di ion salisilat sehingga terbentuklah asam salisilat
Cara lainnya adalah
mereaksikan asam benzoat dengan Cl2 sehingga menghasilkan asam orto
klorobenzoat karena Cl adalah gugus pengarah orto. Asam o-klorobenzoat ini
direaksikan dengan NaOH dan terjadi resonansi maka ion Cl akan lepas dan
digantikan oleh ion ONa+ dan atom H pada gugus benzoat juga
digantikan oleh Na+ dan apabila ditambahkan lagi HCl menjadikan ion
Na+ yang terikat terlepas dan digantikan oleh H+ dari HCl
2.
Jelaskan mengapa fenol dapat di
gunakan sebagai antiseptik! mengapa alkohol tidak memiliki kemampuan demikian?
Jawab :
Antiseptik
merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk
menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroorganisme pada jaringan
yang hidup, seperti pada permukaan kulit
dan membran mukosa. Antiseptik digunakan untuk mencegah dan mengobati
infeksi pada luka, untuk mengobati luka memar, luka iris, luka lecet dan
luka bakar ringan. Karena pada kulit yang luka dan lembab merupakan
tempat yang disukai mikroorganisme untuk tumbuh
Sebagai antiseptik,
fenol bekerja dengan cara mendenaturasi dan mengkoagulasi protein sel bakteri.
Turunan fenol berinteraksi dengan sel bakteri melalui proses adsorbsi yang
melibatkan ikatan hidrogen. Pada kadar rendah terbentuk
kompleks protein fenol dengan ikatan yang lemah dan segera mengalami peruraian,
diikuti penetrasi fenol ke dalam sel menyebabkan presipitasi serta denaturasi
protein. Pada kadar tinggi fenol menyebabkan koagulasi protein dan sel membran
mengalami lisis.
Selain itu,
senyawa turunan fenol dapat mengubah permeabelitas membran sel bakteri sehingga
mengakibatkan adanya kebocoran sel, sel yang mengalami kebocoran akan dimasuki
senyawa turunan fenol yang mengikat ion logam dimana ion-ion logam ini
berfungsi menganggu fungsi enzim bakteri sehingga sel mengalami kematian.
Sedangkan
alkohol dapat juga digunakan membunuh bakteri, bahkan lebih mampu membunuh
bakteri. Namun karena antisepktik digunakan untuk mengobati infeksi pada luka
luar terutama di kulit, menyebabkan alcohol tidak mampu menjalankan
kemampuannya. Hal ini dikarenakan penggunaan alcohol pada kulit yang terbuka
menimbulkan rasa terbakar, factor lainnya adalah bahwa alkohol yang
diperbolehkan untuk dunia medis memiliki kadar tersendiri hal ini dikarenakan
beberapa senyawa alkohol seperti methanol pada kadar yang rendah pun dapat
menyebabkan gangguan saraf dan penglihatan.
3.
A. Suatu eter dapat bereaksi
dengan air dimana bila di uji dengan larutan fehling A dan fehling B memberikan
hasil positif.
B. Hasil dari tersebut di atas bila dioksidasi lebih lanjut akan
menghasilkan senyawa X , tentukan cara mengidentifikasinya!
Jawab :
Uji Fehling dilakukan untuk mengidentifikasi gula pereduksi. Gula pereduksi merupakan golongan karbohidrat yang dapat mereduksi
senyawa-senyawa penerima elektron, contohnya adalah glukosa dan fruktosa. Ujung
dari suatu gula pereduksi mengandung gugus aldehida atau keton bebas.
Monosakarida seperti glukosa, fruktosa, galaktosa dan disakarida seperti
laktosa dan maltosa tergolong gula pereduksi.
Uji Fehling bertujuan untuk mengetahui adanya gugus
aldehid. Larutan Fehling terdiri dari larutan Fehling A (CuSO4) dan Fehling B
(NaOH dan KNa tartarat).
a.
Hasil positif
terhadap pereaksi fehling menghasilkan endapan berwarna merah bata. Eter
apabila bereaksi dengan air dan diuji dengan larutan fehling memberikan hasil
positif. Hal ini mengidentifikasikan bahwa eter bereaksi dengan air membentuk
ikatan hidrogen sehingga menghasilkan senyawa yang memiliki gugus aldehid
(R-COH).
b.
Aldehid apabila
dioksidasi lebih lanjut menghasilkan senyawa X, senyawa X ini adalah asam
karboksilat. Untuk mengidentifikasi apakah senyawa X ini asam kaboksilat dapat
ditambahkan alcohol dengan katalis asam, maka akan terbentuk senyawa ester.
Senyawa ester ini cukup mudah diamati karena senyawa ester memiliki aroma yang
khas seperti aroma buah. Selain itu karena hasil reaksi berupa ester dan air
yang menimbulkan dua lapisan dimana lapisan atas adalah ester dan lapisan bawah
adalah air, hal ini dikarenakan perbedaan sifat dari ester yang bersifat non
polar dan air yang bersifat polar sehingga keduanya tidak dapat menyatu.
R-COOH + R-OH → R-COOR + H-O-H
4.
Mengapa suatu eter bisa lebih
reaktif dari pada alkohol, padahal secara umum alkohol lebih reaktif dari pada
eter apabila di reaksikan dengan logam? (seperti Na)
jelaskan dasar-dasar ilmiah yang memungkinkan suatu eter lebih reaktif dari pada alkohol!
jelaskan dasar-dasar ilmiah yang memungkinkan suatu eter lebih reaktif dari pada alkohol!
Jawaban :
Eter dan alkohol
adalah senyawa hidrokarbon yang sama-sama memiliki gugus fungsi, dimana gugus
fungsi dari eter adalah oksigen yang terikat diantara rantai arbon (-O-) dan
alkohol dengan gugus hidroksilnya (-OH). Alkohol dan eter tergolong senyawa yang
polar karena keduanya memiliki atom oksigen yang memiliki keelektronegatifan
cukup tinggi.
Apabila
direaksikan dengan logam natrium, maka alkohol yang dapat bereaksi. Logam
natrium mudah teroksidasi menjadi ion Na+ , ion ini akan
mensubstitusi ion hidrogen pada gugus hidroksil alkohol.
R-OH + Na → R-O-Na + H2
Eter dapat dimungkinkan menjadi
lebih reaktif dari alkohol. Eter dapat mengalami membentuk peroksida. Eter primer dan sekunder dengan gugus CH di sebelah oksigen eter, dapat
membentuk peroksida,
misalnya dietil eter peroksida. Reaksi
ini memerlukan oksigen ataupun udara, dan dipercepat oleh cahaya, katalis logam, dan aldehida.
Peroksida yang dihasilkan dapat meledak.
Dietil eter : CH3-CH2-O-CH2-CH3
Karena pada
dietil eter ini atom oksigen memilikii electron bebas dan bersifat elektrofilik
sehingga dia akan mengikat oksigen yang berasal dari udara dan membentk
peroksida sehingga gugs fungsinya menjadi R-O-O-R’ Jika R atau R’ adalah
hidrogen maka akan terbentuk hidroperoksida R-O-O-H yang dapat bersifat radikal
bebas sehingga mudah bereaksi dengan senyawa lain yang diinginkannya.
Senyawa eter
lainnya adalah efosida atau oksirana. Efoksida adalah senyawa
eter siklik dengan cincin yang memiliki tiga anggota. Struktur dasar dari
sebuah epoksida memiliki sebuah atom oksigen yang diikat oleh dua atom karbon berdekatan yang berasal dari
hidrokarbon. Tegangan dari cincin dengan tiga anggota ini membuat senyawa
epoksida menjadi lebih reaktif daripada eter asiklik.
Berikut gugus
efoksida :
5.
Bila fenol dikatakan lebih asam
dari pada alkohol temukan contoh suatu alkohol jauh lebih asam dari pada fenol!
Jelaskan mengapa demikian!
Jawaban :
Fenol adalah senyawa hidrokarbon
yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada cincin benzena.
Fenol memiliki
sifat asam yang lebih kuat dibandingkan alcohol. Fenol memiliki nilai pKa = 10
sedangkan alcohol memiliki nilai pKa ~15. Jika ditinjau dari nilai pH yaitu
ukuran kecenderungan terurainya ion hidrogen dalam system, maka senyawa dengan
nilai pKa besar akan memiliki harga pH kecil. Dan dapat diketahui walaupun
fenol dan alcohol dikatakan asam, keduanya tergolong ke dalam asam lemah,
karena keduanya memiliki nilai pKa.
Suatu asam lemah
memiliki derajat ionisasi yang ditentukan oleh stabilitas dari senyawa tak
terionkan dan dari anionnya. Lalu, mengapa fenol bersifat asam dibandingkan dengan alcohol,
dikarenakan anion fenol yaitu ion
fenoksida distabilkan oleh resonansi dimana muatan negatif dari electron
mengalami delokalisasi oleh cincin aromatiknya. Sedangkan anion dari alcohol yaitu alkoksida
tidak dapat didelokalisasikan.
Karena
disebabkan delokalisasi electron pada ion fenoksida menyebabkan ion H+
yang telah dilepaskan sulit kembali sedangkan pada alkohol, karena elektron tak
mengalami delokalisasi membuat ion H+ yang telah dilepaskan dapat
dengan mudah kembali lagi.
Jadi, untuk
membuat alcohol lebih asam dari fenol maka kita harus menemukan bahwa anion
dari alkohol lebih stabil dari anion fenol. Untuk meningkatkan keasaman pada
alcohol bila didekat karbon hidroksil terdapat gugus electron seperti halogen
atau nitro (NO2)
Alkanatiol atau
disebut tiol adalah senyawa dengan analog belerang dari suatau alkohol. Tiol
memiliki gugus R–SH. Berdasarkan data diketahui bahwa tiol memiliki pKa = ~8
yang apabila dibandingkan dengan fenol yang memiliki pKa = 10, memiliki sifat
lebih asam dan tiol juga lebih asam dari alkohol sendiri.
6.
Etanol berfungsi digunakan sebagai
bahan bakar, bagaimana halnya dengan turunan alkohol yang lain yang
memungkinkan di gunakan sebagai bahan bakar?
apa syarat-syaratnya? Dan berikan contoh!
apa syarat-syaratnya? Dan berikan contoh!
Jawaban :
Etanol dapat
digunakan sebagai bahan bakar disebabkan etanol dapat dioksidasi menghasilkan
gas CO2 dan uap air serta membebaskan energi. Turunan alcohol lain
yang dapat memungkinkan untuk digunakan
sebagai bahan bakar yaitu metanol, proponol dan butanol. Ketiga senyawa ini
memiliki sifat yang hampir sama dengan etanol. Ketiga senyawa ini dapat dibuat
baik secara kimiawi maupun biologi. Keuntungan yang
dimiliki oleh jenis alkohol ini yaitu
angka oktan yang tinggi. Angka oktan yang
tinggi dapat membuat efisiensi bahan bakar meningkat.
Namun, methanol
dan etanol membawa sifat korosif karena mengandung ion-ion yang tidak dapat
larut seperti ion halida. Sedangkan propanol dan butanol lebih aman karena
lebih mudah menguap atau dikatakan memiliki volatilitas bahan bakar atau
kecendrungan cairan bahan bakar untuk menguap.
Pada motor bensin, campuran bahan bakar dan udara
yang masuk dalam silinder sebelum dan sesudah selama proses pembakaran
diusahakan sudah dalam keadaan campuran uap bahan bakar dan udara, sehingga
memudahkan proses pembakaran. Oleh karena itu kemampuan menguapkan bahan bakar
untuk motor bensin sangat penting.
Syarat-syarat
senyawa turunan alcohol dapat digunakan sebagai bahan bakar, yaitu :
1.
Dapat
dioksidasi menghasilkan energy yang cukup untuk menjalankan mesin kendaraan
2.
Tidak
bersifat higrokopis jadi tidak mudah menyerap uap air diudara yang menyebabkan
bahan bakar sulit dibakar
3.
Tidak
membawa ion yang tidak dapat larut yang dapat menyebabkan korosi
4.
Pada suhu
ruangan tidak mudah terbakar sehingga senyawa turunan alcohol ini sebaiknya dipilih
yang memiliki titik nyala diatas 30o
5.
Kemudian
memiliki angka oktan yang cukup tinggi sehingga pembakaran yang terjadi
menghasilkan energy yang banyak dan pengendapan karbon lebih sedikit
6.
Dan
sebaiknya mudah diperoleh baik melalui proses kimia, dari minyak bumi maupun
perolehan secara biologi dari bahan-bahan alam yang melibatkan organism yang
dapat diproduksi secara massal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar