Senyawa
aromatik terdiri dari kelas hidrokarbon yang mencakup enam anggota dan memiliki
cincin karbon tak jenuh di mana elektron valensi ikatan pi terdelokalisasi atau
terkonjugasi. Senyawa ini bersifat stabil dan melimpah baik dalam bentuk alami maupun
sintetisnya. Nama aromatik diambil berdasarkan pada aroma kuat yang
dihasilkannya. Struktur molekul senyawa ini
berbentuk siklik dan datar. Menurut aturan Huckel setiap atom siklik harus
memiliki orbital p yang tegak lurus bidang cincin.
Yang termasuk senyawa aromatis
adalah Senyawa benzena dan Senyawa kimia dengan sifat
kimia seperti benzena.
Senyawa hidrokarbon aromatik pada umumnya bersifat
non polar seperti halnya senyawa
hidrokarbon alifatik dan alisiklik. Karena bersifat non polar, maka senyawa ini
tidak dapat larut dalam air. Benzena sendiri merupakan molekul aromatik paling
sederhana juga sering dijadikan pelarut organik. Keistimewaan benzena yaitu
dapat membentuk azeotrop dengan air.
Senyawa benzena dapat disubstitusi oleh gugs lain
sehingga dapat mengalami isomerisasi pada strukturnya. Hal ini dikarenakan
adanya perbedaan urutan penempatan substituen pada struktur cincinnya.
Isomer yang dapat dibentuk yaitu isomer orto (o-),
para (p-), dan meta (m-). Isomer para akan memiliki titik leleh yang lebih
tinggi dibandingkan dengan isomer lainnya, karena lebih simetris. Dengan
demikian, maka isomer ini dapat membentuk kisi kristal yang sifatnya lebih
teratur dan lebih kuat.
Struktur
Benzena
Ikatan rangkap
pada benzena berbeda dengan ikatan rangkap pada alkena. Ikatan rangkap
pada alkena dapat mengalami reaksi adisi, sedangkan ikatan rangkap pada benzena
tidak dapat diadisi, tetapi benzena dapat bereaksi secara substitusi. Contoh:
Reaksi adisi
: C2H4 +
Cl2 --> C2H4Cl2
Reaksi substitusi
: C6H6 +
Cl2 --> C6H5Cl + HCl
Menurut Friedrich
August Kekule, keenam atom karbon pada benzena tersusun secara siklik membentuk
segienam beraturan dengan sudut ikatan masing-masing 120°. Ikatan antaratom
karbon adalah ikatan rangkap dua dan tunggal bergantian (terkonjugasi).
Analisis
sinar-X terhadap struktur benzena menunjukkan bahwa panjang ikatan antaratom
karbon dalam benzena sama, yaitu 0,139 nm. Adapun panjang ikatan rangkap dua
C=C adalah 0,134 nm dan panjang ikatan tunggal C–C adalah 0,154 nm. Jadi,
ikatan karbon-karbon pada molekul benzena berada di antara ikatan rangkap dua
dan ikatan tunggal. Hal ini menggugurkan struktur dari Kekule.
Kekulé
menggambarkan struktur benzena dengan atom-atom karbon dihubungkan satu dengan
yang lain membentuk suatu cincin.
•
August Kekulé pada tahun 1865 : Struktur tersebut menggambarkan bahwa struktur
benzena tersusun 3 ikatan rangkap di dalam cincin 6 anggota.
•
Ketiga ikatan rangkap tersebut dapat bergeser dan kembali dengan cepat
sedemikian sehingga 2 bentuk yang mungkin tersebut tidak dapat dipisahkan.
Orbital benzena
Setiap
karbon pada benzena mengikat 3 atom lain menggunakan orbital hibridisasi sp2
membentuk molekul yang planar.
Benzena
merupakan molekul simetris, berbentuk heksagonal dengan sudut ikatan 120o
Setiap
atom C mempunyai orbital ke empat yaitu orbital p. Orbital p
akan mengalami tumpang suh (overlapping) membentuk awan
elektron sebagai sumber elektron.
Senyawa aromatis harus memenuhi kriteria:
—
siklis
—
mengandung awan elektron p yang terdelokalisasi di bawah dan di atas bidang
molekul
—
ikatan rangkap berseling dengan ikatan tunggal
— mempunyai total elektron p
sejumlah 4n+2, dimana n harus bilangan bulisal: bila jumlah elektron p
suatu cincin siklik = 12, maka n=2,5 maka bukan senyawa aromatis
PERMASALAHAN :
Mengapa berdasarkan hasil eksperimen, panjang ikatan antar atom karbon pada
benzena sama, padahal benzena memiliki ikatan rangkap dan ikatan tunggal dimana
ikatan rangkap dan ikatan tunggal memiliki
panjang yang berbeda?